Sunday, January 29, 2012

MATERI KHOTBAH IBADAH PKB 30 JANUARI 2012 MAZMUR 119:9-16

Jemaat Tuhan…
Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar nama Pdt William Tyndale (1494-1536). Ia adalah seorang berkebangsaan Inggiris.  Ia tinggal di Negara yang memiliki sedikit mesin pencetak dan mereka yang memiliki percetakan, memproduksi buku-buku dengan kualitas rendah. Tidak hanya buku-buku dari Martin Luther – yang membela Alkitab sebagai sumber kebenaran yang dapat membuat orang Kristen harus berbalik kepada kebenaran – dilarang di negaranya pada awal abad 16, tetapi adalah illegal untuk seseorang menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris. 

Oleh sebab itu, Tyndale meninggalkan Inggris ke Jerman pada tahun 1542.  Di Colgne tahun berikutnya, Tyndale mulai mencetak hasil terjemahan Perjanjian Baru-nya ke dalam bahasa Inggris dengan ukuran buku sebesar saku celana.  Alkitab terjemahannya ini banyak diminati dan dibaca oleh orang.  Alkitab saku tersebut menjadi sangat terkenal dimana-mana dan begitu banyak orang yang akhirnya dapat memahami maksud Firman Tuhan ketika mereka bisa membacanya sendiri setiap saat. Sebagian Perjanjian Lama pun mulai ia terjemahkan bahkan ketika ia berada di penjara. 

Tahukah saudara, walau jasanya begitu besar namun kematiannya begitu mengenaskan.  Ia mati dengan diikat serta dibakar pada sebuah tonggak kayu.  Semua ini disebabkan Gereja Roma Katolik pada saat itu menganggapnya sebagai bidat (pengajar palsu) yang harus dimusnahkan.  Sejak kematian Tyndale hingga hari ini, sejarah kekristenan telah membuktikan betapa Firman Tuhan telah mengubah hidup anak-anak Tuhan, semakin serupa Kristus! 

Terjemahan Tyndel inilah yang sangat akurat, sebab ia menerjemahkan langsung dari teks asli ke dalam terjemahan bahasa Inggris. Itulah sebabnya hasil terjemahannya sebagian besar digunakan dalam Alkitab bahasa ingris veris King James, yakni versi terjemahan resmi di Inggris setelah  kematiannya. Perjuangan tokoh ini menjadi inspirasi banyak orang sehingga banyak sekali hingga saat ini berbagai terjemahan dicetak dan yang juga kemudian hari berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti yang saudara miliki saat ini.

Hal besar ini dimulai dengan motivasi dan kerinduan mulia, yakni agar semua orang awam (jemaat) dapat mengenal Firman Tuhan dan melakukannya.

Jemaat Tuhan…
Bacaan kita ini juga berbicara tentang betapa pentingnya Firman Tuhan itu. Pemazmur  dalam ayat 9 menyebutkan bahwa hanya Firman Tuhanlah yang dapat menjaga hidup kita tetap bersih (jauh dari dosa) sehingga kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah untuk diberkati dan mengalami kebahagiaan (bd. Ayat 1,2).

Jika demikian, bagaimana cara kerja Firman Tuhan itu, sehingga mampu menjaga hidup kita bersih? Perhatikan hal ini!
Dalam sebuah iklan susu formula, seorang ibu tampak begitu protektif. Ia berusaha selalu mendampingi dan membantu anaknya. Namun, ketika mengantar anaknya berlatih balet, ia harus melepaskan anaknya ke ruang latihan seorang diri. Suara narator lalu menimpali, “Ketika Anda tidak bisa membantunya, nutrisinya bisa.”

Seperti itu juga peran firman Tuhan dalam kehidupan kita. Bila kita memenuhi hati kita dengan firman-Nya, hati akan menjadi semacam gudang amunisi yang siap mensuplai senjata-senjata penangkal saat kita mengalami peperangan rohani. Firman Tuhan akan menjadi sumber pertolongan untuk menghadapi berbagai pencobaan dan ujian kehidupan.

Firman Tuhan mengandung “nutrisi” rohani lengkap. Silakan lihat dan perhatikan Filipi 4:8! Secara tidak langsung, Fiipi 4:8 memberi makna: Bila keraguan dan dusta menyerang kita, “semua yang benar” akan melawannya. Bila keelokan dunia ini memikat kita, “semua yang mulia” akan memudarkannya. Bila kira diperlakukan tidak adil, “semua yang adil” akan menyerahkan penghakiman pada Allah, yakni Sang Pembuat Hukum dan Hakim. Bila percabulan dan kenajisan menggoda kita, “semua yang suci” akan memadamkannya. Bila kepahitan mencengkeram hati kita, “semua yang manis” akan menyembuhkannya. Bila berita celaka membuat kita gentar, “semua yang sedap didengar” akan menyegarkan jiwa kita. Bila gosip dan suara si pendakwa saudara-saudara datang menerpa, kita menutup telinga dan mengarahkannya pada “semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji.”

Perhatikanlah betapa pentingnya Firman Tuhan itu menuntun dan menjaga hidup kita agar tidak dikotori dosa. Jika Firman Tuhan itu begitu penting, maka bagaimana caranya supaya kita dapat merasakan dan memperoleh kuasa dan fungsi Firman Tuhan ini? Dalam ayat 10-16 pemazmur menyebut 2 (dua) pribadi yang berperan untuk ”mengfungsikan” peran Firman Tuhan agar manusia dapat menjaga hidupnya bersih, yakni:
1.      Peran Ilahi, yakni TUHAN yang memulai prakarsa lewat menyatakan peranNya di dalam tindakan aktif yang nyata, yakni:
-          Tuhan membuat ketetapan, aturan dan peringatan2 sebagai penuntun bagi umat-Nya (bd. Ay.1,2)
-          Tuhan menjaga hati manusia agar tidak menyimpang dari FirmanNya itu (bd. Ayat 10)
-          Tuhan tidak hanya membuat ketetapan, tapi juga mengajarkan ketetapan itu kepada umat-Nya (ay.12)
-          Bukan saja mengajar, Tuhan juga memberikan petunjuk melaksanakan ketetapan2 itu (ay.14).

2.      Peran Umat, yakni upaya serius manusia dalam ketaatan lewat, untuk menjaga hidupnya sesuai Firman Tuhan, yakni:
-          Harus segenap hati mencari Tuhan (ay.10)
-          Harus mengingat Firman Tuhan dan menaruhnya dalam hati (ay.11) agar tidak hanya terkenang sambil lalu.
-          Bukan hanya mendengar dan mengingat Firman, tapi harus juga mampu mengucapkan Firman itu (ay.13)
-          Sikapi Firman Tuhan dengan gembira walau mungkin pedas untuk didengar sehingga Firman menjadi kegemaran dalam hidup dan dengan mudah dikerjakan (bd. Ay.14-16)

Dengan demikian sangat penting untuk memahami hal ini, yakni:
-          Untuk dapat menjauhkan hidup kita dari segala dosa dan kesalahan maka kita membutuhkan kuasa Firman.
-          Agar kuasa Firman bekerja kita sangat membutuhkan TUHAN untuk menuntun dan mengajar kita agar memilkiki pengertian yang benar tentang Firman Tuhan tersebut.
-          Namun peran Tuhan, tidaklah cukup. Manusia harus melakukan perannya juga yakni lewat dengan segenap hati belajar dan memahami serta melakukan Firman Tuhan.

Jemaat Tuhan..
Mari mulailah sekarang untuk mencintai Firman Tuhan, sebagai pemazmur katakan bahwa ia sungguh bergemar pada ketetapan2 Tuhan. Mulailah dalam keluarga; ajak dan ajarlah istri dan anak2 pada kerinduan akan Firman TUHAN. Percayalah, setiap orang yang bersedia mencari Firman, Tuhan akan datang dengan Roh Kudusnya untuk memberikan pengertian bagi FirmanNya itu.

Selanjutnya, jika Firman itu sudah kita pahami, maka segera kerjakan kebenaran itu! Jangan menunda waktu dan hiduplah dalam kebenaran Firman itu. Niscaya kita akan semakin diperkaya dalam Firman Allah dan juga mendapati diri dan kehidupan saudara berkenan kepada Allah. Selanjutnya siap2lah bahagia, sebab Firman Tuhan adalah sumber kebahagian hidup. Amin

Kisah Para Rasul 4:32-37

  MEMBANGUN KEBERSAMAAN                                   Kisah Para Rasul 4:32-37                                                         ...