Tuesday, April 1, 2014

BAHAN RENUNGAN IBADAH SEKTOR 02 APRIL 2014



YESAYA 60:15-22

Pendahuluan
Kitab ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan sebelum Masehi. Seluruhnya dapat dibagi dalam tiga bagian:
1.       Pasal 1-39 (Yes 1:1-39:8) berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Allah akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan TUHAN.
2.       Pasal 40-55 (Yes 40:1-55:13) berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Allah membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Allah itu TUHAN yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba TUHAN" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.
3.      Pasal 56-66 (Yes 56:1-66:24) sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah Yes 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas- Nya di dunia.

Telaah / Tafsiran Perikop
Kitab Yesaya yang kita baca ini ditulis dalam suasana ketika mereka mulai menyiapkan diri kembali dari pembuangan di Babel. Marilah kita bayangkan apa yang terjadi di Yerusalem tempat dulu mereka tinggal dan sekarang telah kosong selama 70 tahun. Mengerikan!! Itu adalah istilah yang tepat. Negeri tempat tinggal mereka menjadi kota mati tanpa kehidupan dan penghuni. Bagaimanakah mereka dapat hidup apabila tidak ada lagi orang yang berladang. Dari mana memperoleh roti dan gandum jika tidak ada yang bercocok tanam. Bagaimana cara mereka akan membangun kota Yerusalem yang hancur? Demikianlah orang Israel dari buangan di Babel mengalami kekuatiran tentang masa depan mereka ketika kembali ke kampung halaman.

Apakah jawaban Tuhan terhadap segala kekuatiran umatNya itu? Ada beberapa prinsip penting yang Tuhan nyatakan dan janjikan ketika mereka melihat kehancuran tanah perjanjian pasca pembuangan, yakni:
1.       Perubahan Suasana
Suasana pasca pembuangan adalah kengerian dan ketakutan; kekuatiran dan kebimbangan; kedukaan dan kesedihan. Sebab tidak ada lagi yang dapat diandalkan dan diharapkan di tanah yang porak poranda akibat perang. Tanah perjanjian berubah menjadi tanah penuh kutuk dan kehancuran. Tidak ada lagi masa depan di sana.

Perhatikan ayat 18 bacaan kita. Tuhan berjanji bahwa tidak akan ada lagi suasana perang; tidak ada lagi kekerasan dan kebinasaan; bahkan keruntuhanpun tidak terdengar. Sebagai gantinya, suasana penuh selamat dan pujian bagi Tuhan akan mereka peroleh. Penegasan pergantian suasana tersebut terlihat pada ayat 17.c yakni terciptanya suasana damai sejahtera dan keadilan di seluruh negeri.

2.       Perubahan Kadar Berkat
Perhatikan bahan-bahan berharga yang umumnya dipakai sebagai bahan bangunan dan perabot dalam ayat 17! Semua nilai yang berharga dan berguna itu seperti tembaga, besi dan kayu akan diganti Tuhan dengan nilai dan kadar yang lebih tinggi yakni menjadi emas, perak, tembaga. Dengan kata lain Tuhan menjanjikan perubahan hidup melalui perubahan kadar berkat.

Dengan menyebut perubahan ini, Israel harusnya mengerti  bahwa hidup gersang yang mereka dapati pada kehancuran Yerusalem bukanlah suatu kondisi permanen yang akan dijalani. Tuhan menjanjikan perubahan hidup ke arah yang lebih baik bagi kehidupan umatNya.
3.       Perubahan Relasi Ilahi
Sejak mereka dalam pembuangan, hubungan mereka dengan Allah menjadi rusak akibat dosa dan kesalahan umat. Bayangkan ketika selama 70 tahun Tuhan mengabaikan umatNya itu. Dampak psikologi dan keimanan mereka sangat terlihat merosot. Hidup ditinggalkan Tuhan bagaikan berjalan kehilangan arah dalam kegelapan yang pekat. Umat Tuhan kehilangan penuntun hidup yakni TUHAN, Allah Israel.

Relasi yang buruk ini dijanjikan Tuhan akan berubah. Tuhan berjanji bahwa Ia akan kembali menuntun umatNya. Mereka tidak lagi akan berjalan dalam kegelapan sebab TUHAN sendiri akan menjadi Matahari yang menerangi perjalanan hidup mereka. Tuhan akan melindungi dan menuntun mereka. Sampai kapan tuntunan itu? Ayat 20 menyebutkan bahwa tuntunan sang Maha Terang akan berlangsung abadi.

Selanjutnya, alasan apakah dibalik janji itu? Mengapa TUHAN menjanjikan 3 hal pokok di atas? Jika kita memperhatikan ayat 16 maka kita menemukan tujuan Tuhan melakukan hal indah dan baik itu bagi Israel. Maksud pemberian anugerah itu adalah supaya umat kembali percaya kepadaNya dan sebagai bukti nyata bahwa Ia adalah juruselamat dan Penebus umatNya.

Relevansi dan Aplikasi
Nubuatan Yesaya mengandung visi dan misi yang jelas bagi masa depan umat Israel. Tuhan Allah adalah Juruselamat dan Penebus, yang mengaruniakan "syalom", yang berwujud: kemenangan, kemakmuran, kebahagiaan, damai sejahtera, keadilan, kebenaran, keamanan dan pengayoman, serta penataan sempurna kepada umat. Semua yang menggambarkan suasana sorgawi itu, merupakan suatu keadaan yang menjamin masa depan umat. Sebagai umat Perjanjian Baru, kita perlu menghayati bahwa minggu-minggu ini adalah minggu2 pra paskah. Minggu2 kita menghayati kelepasan dan pengenapan janji Tuhan Allah melalui Yesus Kristus yang biasa disebut dengan Paskah itu.

Peristiwa Paskah merupakan suatu titik awal pembaruan menuju penggenapan dan perwujudan jaminan masa depan kita.Menyikapi tata hidup surgawi. Di dalam Kristus, Kerajaan Allah hadir di dunia ini. Dan, hanya Yesus Kristus yang mampu memberikan jaminan masa depan, bahwa kita kelak pasti akan berjumpa dalam kemuliaan-Nya yang kekal. Kemuliaan Allah itulah yang akan menjadi penerang abadi (19-20). Bagaimana kita bersikap terhadap kemuliaan Allah itu pada masa kini? Pemulihan yang diberikan Tuhan bagi Israel bukan untuk mereka nikmati sendiri melainkan untuk dibagikan kepada bangsa-bangsa. Demikian pula seharusnya seseorang yang sudah diberkati membagikan berkat itu kepada orang lain. Setiap kita telah menerima pemulihan Allah itu. Ia memulihkan kita dari perbudakan dosa dan melimpahi kita dengan segala berkat rohani.

Anugerah TUHAN merupakan kabar sukacita bagi manusia karena apa yang tidak bisa manusia raih dengan kekuatan dan kekayaannya disediakan TUHAN secara cuma-cuma dan berkelimpahan, yaitu anugerah hidup yang bernilai dan kekal.

Panggilan untuk menjadi terang merupakan hal yang sangat ditekankan di dalam bagian ini. Panggilan ini bukan karena umat TUHAN memiliki kekuatan untuk dapat menjadi terang, melainkan karena terang TUHAN telah bersinar atas umat-Nya. Panggilan ini Allah berikan karena adanya kebutuhan dunia akan terang TUHAN, karena dunia berada di dalam kegelapan.

Kepada kita yang merupakan orang-orang percaya, Tuhan Yesus berkata bahwa kita adalah terang dunia. Ia menghendaki agar kita tidak menaruh pelita kita di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian agar bisa menerangi lingkungan kita (Matius 5:14-16). Menjadi terang di lingkungan kita akan menolong orang lain untuk bisa melihat kemuliaan TUHAN dan kebaikan-Nya. Menjadi terang pada hakekatnya adalah menyatakan Siapakah TUHAN dan melakukan apa yang menjadi kehendak TUHAN, yaitu kebaikan dan kebenaran. Maukah kita menyaksikan banyak orang datang kepada terang TUHAN? Bangkitlah dan jadilah terang! Amin.

Kisah Para Rasul 4:32-37

  MEMBANGUN KEBERSAMAAN                                   Kisah Para Rasul 4:32-37                                                         ...