Sunday, August 17, 2014

BAHAN PERSIAPAN IBADAH PKP SELASA 19 AGUSTUS 2014


1 PETRUS 2:11-12

PENGANTAR
Surat Petrus Yang Pertama ini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang tersebar di seluruh bagian utara Asia Kecil. Mereka disebut "umat pilihan Allah". Maksud utama surat ini ialah untuk menguatkan iman para pembacanya yang sedang mengalami tekanan dan penganiayaan karena percaya kepada Kristus. Petrus mengingatkan para pembacanya akan Kabar Baik tentang Yesus Kristus yang merupakan jaminan harapan mereka. Sebab, Yesus Kristus sudah mati, hidup kembali dan berjanji akan datang lagi.

Para penerima surat 1 Petrus ini, hidup dalam masa-masa sukar. Mereka ada di zaman sulit. Saat dimana Kekristenan alami penganiayaan. Dibenci oleh Nero, sang penguasa. Tentu saja, bagi yang memiliki mentalitas cari aman, pilihan mengikuti jejak Yesus, bukanlah keputusan cerdas. Mereka akan memilih menolak salib, sebab itu derita. Terhadap yang setia beriman, namun minim pemahaman, Petrus bukan saja mencerdaskan, namun juga menguatkan melalui suratnya ini.

TAFSIRAN (uraian teks)
Surat Petrus mulai dengan menjelaskan status pembaca sebagai “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus” (2:9, sebagai kesimpulan 1:1-2:10). Oleh karena itu, “sebagai pendatang dan perantau” (2:11), pembaca harus melawan dosa dan hidup baik di tengah bangsa-bangsa, supaya Allah dimuliakan (2:12). Dalam 2:13-3:7 hal itu dijelaskan dalam rangka hierarki-hierarki masyarakat. Sebagai hamba Allah, orang percaya merdeka, tetapi bukan untuk berbuat jahat melainkan untuk berbuat baik (2:16), termasuk menghormati semua orang sesuai dengan kedudukannya (2:17).

Himbauan berkelakuan baik di tengah-tengah masyarakat non-Yahudi dan ditengah penindasan para penguasa yang lalim diserukan oleh Petrus melalui bacaan ini ketika umat menghadapi penderitaan. Khusus ayat perikop bacaan kita, ada beberapa pokok penting yang ditekankan oleh Petrus, yakni:

1.       Hidup dalam kebenaran
Perhatikan ayat ayat 11bacaan kita. Petrus menganjurkan agar umat Tuhan tetap mempraktekkan “cara hidup yang baik”. Anjuran yang sama berulang kali diketengahkan dalam ayat-ayat berikutnya (2:15; 2:20; 3:6, 11, 13). Dengan melakukan ini, mereka menjadi kudus … sama seperti Dia yang kudus” (1:15). Sekaligus mereka menyatakan bahwa mereka memang berada di dunia ini, tetapi “bukan dari dunia” ini (Yoh 17:115-16). Dengan memiliki cara hidup yang baik, mereka mencerminkan karakter Allah. Apa tujuannya? Supaya Tuhan tetap dimuliakan, dan kelak nanti mereka yang mencerca orang percaya akan sadar dan turut memuliakan Allah juga.

Orang percaya diajak untuk berani tampil beda di tengah berbagai keadaan dan godaan dunia. Hal ini penting untuk menunjukkan kepada banyak orang tentang siapakah kita sesungguhnya. Bahwa orang percaya adalah pengikut Kristus, maka kita wajib menunjukkan kepada dunia tetang bagaimanakah hidup seorang pengikut Kristus itu. Berani tampil beda berarti berani untuk melawan arus godaan dunia dan kedagingan untuk berlaku hidup dalam kebenaran supaya duniamelihat karakter anak Allah dalam diri kita.

2.       Hidup menjadi Teladan
Pada ayat 12 bacaan kita, Petrus memberikan alasan menarik mengapa harus mengembangkan cara hidup yang baik di tengah2 dunia ini termasuk mereka yang tidak percaya? Tujuannya bukan saja untuk menunjukkan identitas sebagai orang percaya di tempat rantau (ay.11); tetapi juga untuk memberikan jawaban atas tuduhan tidak benar yang difitnahkan oleh orang yang tidak percaya. Jika hidup di jaga dengan perbuatan baik dan benar, maka tidak seorangpun yang dapat menemukan kekurangan kita dan membenarkan fitnahan mereka.

Di sisi lain, Petrus juga menyebutkan bahwa perbuatan baik dan benar itu bukan saja mematahkan tiap fitnahan dan tuduhan jahat orang lain, namun lebih dari pada itu akan menjadi teladan bagi orang lain. Kebenaran yang kita tunjukkan kepada orang lain, kelak justru akan menjadi alat kesaksian, sehingga mereka justru menjadi percaya dan memuliakan nama Tuhan.

RELEVANSI DAN APLIKASI
Berdasarkan uraian Firman Tuhan ini, maka ada beberapa hal penting yang dapat kita relevansikan dalam kehidupan beriman kita,yakni:
1.       Budaya ikut harus dewasa ini sudah menjadi bagian hidup banyak orang. Jika ingin diterima dalam komunitas atau kelompok tertentu maka apapun harus mau dilkukan. Ikuti arusnya maka pasti akan diterima. Efek dari kondisi ini adalah banyak orang melakukan berbagai pelanggaran atau sesuatu yang bertentangan dengan isi hati hanya demi dapat diterima dan diakui oleh orang lain atau komunitas tertentu. Kondisi ini juga banyak dialami oleh orang percaya. Bahwa supaya tidak terlihat aneh atau disebut terlalu rohani maka kehidupan duniawipun rela ditekuni.

Di sisi yang lain, banyak orang percaya akhirnya memuutuskan untuk melakukan berbagai hal yang dilarang dan mengakibatkan dosa, demi untuk tidak terlihat beda atau aneh. Berpikir karena disekeliling sering memanipulasi anggaran di tempat kerja, “maka sayapun harusnya bisa, tokh tak pernah ketahuan?”. Sikap ini adalah sikap yang keliru. Petrus mengajak kita untuk berni melawn arus danbersedia tampil beda demi kebenaran dan kemuliaan Allah. Memang benar bahwa kita mungkin akan dihindari orang dan kehilangan teman atau persahabatan. Namun demi kebenaran, kita harus mampu tuntukan gaya hidup berbeda dari orang percaya.

2.       Orang percaya jaman sekarang hidup bagaikan di etalase. Apapun yang dilakukan akan dinilai dan menjadi sorotan. Kenyataannya sekarang, di dunia komunikasi yang tiada batas ini justru kekristenn kita semakin diuji. Banyak orang pasti tau beberpa tokoh Kristen terlibat dala kejahatan dan terekspos di layar televisi. Bukankah itu menjadi suatu sandungan. Kita dipanggil untuk tampil supaya menjadi kesaksian tetang Kristus dan bukan seballiknya mempermaukan Tuhan.

3.       Tamil beda juga justru bisa dijadikan alat untuk memenangkan jiwa. Dengan perbuatan benar yang dilakukan, dengan kemurahan hati yang disaksikan orang yag tidak percaya bisa saja menerima Tuhan Yesus karena ia telah berjumpa dengan Kristus melalui perjumpaan dengankita yang sangat baik dalam hal tutur kata, pola tingkah laku dan eksistensi dirikita.


Karena itu, mari bersedia tampil, beda...

Kisah Para Rasul 4:32-37

  MEMBANGUN KEBERSAMAAN                                   Kisah Para Rasul 4:32-37                                                         ...