Tuesday, April 22, 2014

BAHAN RENUNGAN IBADAH KELUARGA 23 APRIL 2014



MAZMUR 118:13-25

Pendahuluan
Jika ada pertanyaan buat saudara: “hari apakah dari hari-hari yang dijalani selang bulan April tahun ini, yang dianggap paling membahagiakan”? Apakah yang akan kita jawab? Sudah pasti hal pertama yang kita lakukan sebelum menjawab pertanyaan ini adalah mencoba kilas balik peristiwa, kejadian, suasana, kisah dan cerita yang sudah dilewati. Selanjutynya kita mungkin mulai memisahkan mana hari yang buruk, lalu agak baik, lalu yg baik, lalu yang paling baik dan seterusnya. Setelah itu kita mencoba menjawab pertanyaan yang diajukan tersebut.

Berbicara tentang hari, orang memiliki pendapat berbeda-beda.  Mereka percaya ada hari yang baik dan ada pula hari yang tidak baik;  ada hari yang membawa keberuntungan dan ada hari yang membawa sial;  ada bulan baik dan juga bulan yang kurang baik, karenanya banyak orang merasa perlu berhati-hati dalam memilih hari, tidak sembarangan. 

Walaupun tidak persis sama, pemazmur juga telah menentukan hari yang ia pilih sangat cocok menjadi hari membahagiakan itu. Ayat 24 menyebutkan: Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya! Hari apakah yang dimaksud oleh pemazmur? Dan mengapa ia hari itu membuatnya bersorak-sorai?

Telaah Perikop
Rupanya pemazmur mengalami masa-masa sulit dan hari-hari yang tidak menyenangkan. Ia mengalami kondisi kesesakan hidup (ay.5); pemazmur ada dalam kondisi peperangan dan dikepung musuh (ay.10-12); bahkan pula pemazmur mengalami kondisi kejatuhan dan terpuruk oleh perbuatan orang lain (ay.13).  Pendek kata, hidup pemazmur diwarnai dengan berbagai kesulitan hidup. Hari-harinya penuh dengan suasana yang tidak menyenang-kan atau hari-hari buruk.

Di sisi lain, jika kita memperhatikan keseluruhan isi Mazmur 118 ini, pemazmur juga mengakui bahwa ada hari-hari yang menyenangkan yang ia alami di tengak kesesakan itu. Pada saat mana hal itu terjadi? Jawabnya adalah pada saat ada kesesakan, keterpurukan dan kejatuhan, pemazmur bersaksi bahwa ada keadaan yang menyenangkan dibalik kondisi tidak nyaman tersebut. Apakah itu? Pemazmur mengalami kehadiran Tuhan yang mendampinginya melewati kesulitan dan kesusahan hidup.

Peran dan keterlibatan Tuhan dalam kesulitan hidup pemazmur membuatnya dapat melewati hari-hari buruk dalam hidupnya. Beberpa bagian diungkapkan pemazmur dengan tegas dalam Mazmur ini, misalnya: ketika ia mengalami kesesakan, Tuhan memberi kelegaan (ay.5); ketika ia berjuang sendiri, Tuhan berdiri dipihaknya (ay.6-7); dan ketika ia jatuh, Tuhan hadir menolongnya (ay.13). Itulah sebabnya, pemazmur menyebut TUHAN, Allahnya sebagai  kekuatan dan Penyelamat (ay.14).

Apakah yang dilakukan pemazmur ketika menjadari kehadiran Tuhan dalam kehidupannya teristimewa ketika ia mengalami kesesakan hidup? Ada dua hal penting yang dilakukan oleh pemazmur, yakni: Pertama, perhatikan ayat 17 bacaan kita. Pemazmur berniat atau berkehendak untuk menceritakan semua perbuatan Tuhan yang ajaib itu. Pemazmur tidak menceritakan kesuksesannya sebagai inti kesaksian, melainkan bersaksi tentang siapa TUHAN, Allahnya itu dan perbuatanNya yang penuh kuasa. Kedua, selanjutnya hal berikutnya yang dilakukan pemaszmur ketika ia mengalami kehadiran Tuhan dalam kesulitan hidupnya adalah ia datang bersyukur pada TUHAN. Hal ini nampak jelas dalam ayat 19 dan 21 bahwa semua kehadiran Tuhan dalam hidupnya akan ia responi dengan mengucap syukur kepada Allah.

Uraian di atas secara tidak langsung telah menjawab pertanyaan soal hari apakah yang paling membuat pemazmur bersukacita? Hari mana yang disebut hari baik oleh pemazmur dalam ayat 24? Jawabannya adalah, hari dimana ia mengalami kehadiran TUHAN dan datang bersyukur kepada TUHAN. Kapankah kehadiran Tuhan itu dirasakan oleh pemazmur? Apakah disaat hanya dalam keadaan hari-hari baik? Jawabannya, TIDAK. Sebab justru menurut pemazmur, kehadiran Tuhan terasa sangat kuat hadir di saat ia mengalami kesesakan dan keburukan hidup. Jadi hari buruk menjadi baik saat TUHAN hadir dalam hidupnya. Dengan kata lain, tidak ada lagi perbedaan hari baik dan buruk jika TUHAN hadir di dalamnya, dan kita selalu bersyukur.

Relevansi dan Aplikasi
Ternyata tidak ada hari baik ataupun buruk. Itu hanya soal perspektif dan cara kita memandang saja. Kunci untuk menikmati hari baik adalah mengandalkan Tuhan setiap hari.  Bergaul karib dengan Tuhan setiap hari akan menjaga hati dan pikiran kita sehingga kita mampu melihat dan menyikapi segala sesuatu secara positif.  Sikap inilah yang membuat hari-hari kita menjadi baik sehingga hati kita pun akan melimpah dengan ucapan syukur.  Inilah yang dirasakan Daud:  "Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman."  (Mazmur 4:9).  Daud menjalani hari dengan tenteram karena ia senantiasa karib dengan Tuhan.

Kehadiran Tuhan adalah faktor penting hari-hari itu baik atau buruk. Itulah pengalaman pemazmur dalam bacaan kita. Tetapi pemazmur tidak akan mengalami kehadiran Tuhan, jika hidupnya tidak berkenan kepada Allah. Hidup yang berkenan kepada Allah membuat pribadi manusia dapat bergaul akrab atau karib dengan Allah. Abraham adalah contoh pribadi yang bergaul karib dengan Allah, sehingga ia mengalami kehadiran Allah.

Seperti pemazmur, kita diajak untuk tidak hanya senang dan bahagia mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup ini. Ada kewajiban penting orang percaya yang telah mengalami penyertaan Tuhan, yaitu mensyukuri segala hal dalam hidup. Bersyukur kepada Tuhan bukan saja menyenangkan hatiNya, namun juga membuat kita mengalami kebahagiaan hidup. Sebab dengan besryukur pada segala hal kita akan merasakan kepuasan entah susah atau senang. Sebagaimana pemazmur menyebut dirinya bersorak-sorai.

Bersykur kepada Tuhan, harusnya tidak hanya dilakukan dalam suatu ritual ibadah atau sekedar amplop persembahan syukr semata. Pemazmur bersyukur dalam tindakan nyata. Apakah itu? Ia menceritakan perbuatan Allah yang ajaib, supaya semua orang memuliakan Tuhan. Kita wajib bersaksi dan bercerita kepada orang2 disekitar kita, termasuk keluarga, tentang berpuatan Allah dalam hidup kita. Supaya seisi rumah dan keluarga kita, dari generasi ke generasi mengenal Tuhan dan perbuatanNya yang ajaib itu, sehingga merekapun seperti pemazmur bersorak-sorai dan memuliakan Tuhan. Amin

Kisah Para Rasul 4:32-37

  MEMBANGUN KEBERSAMAAN                                   Kisah Para Rasul 4:32-37                                                         ...