Sunday, April 6, 2014

BAHAN RENUNGAN IBADAH PKP 08 APRIL 2014


2 KORINTUS 3:1-11 

Pendahuluan 
Surat ini ditujukan oleh Paulus kepada jemaat-jemaat yang tersebar di kota Korintus. Kota Korintus dalam perjanjian baru adalah sebuah kota pelabuhan yang berada di Semenanjung Makedonia. Paulus mengunjungi Korintus pada perjalanan misi ke 2 dengan melewati medan perjalanan yang sangat berat baik melalui darat dan laut maklum waktu itu belum ada kendaraan apalagi pesawat terbang, WAKTU ITU  alat transportasi yang biasa digunakan adalah jalan kaki. 

Tapi luar biasa seorang Paulus yang telah menjadi hamba Tuhan tidak pernah mundur apapun resikonya demi memberitakan Injil. Biasanya ketika ia berpindah pada jemaat yang lain maka ia selalu menulis surat kepada jemaat jemaat yang pernah ia kunjungi. Surat adalah sarana komunikasi yang tepat waktu itu. Beda sekarang yang sangat mudah dijangkau dengan HP.

Dalam Alkitab tercatat 2 kali ia mengirim surat pada jemaat Korintus.  Kalau kita mencermati surat yang pertama dan yang kedua, telah terjadi masalah yang sangat serius dalam dinamika jemaat karena banyaknya penyusup yang menyamar sebagai pelayan untuk mendapatkan keuntungan diri sendiri. Paulus banyak menulis dengan tegas untuk menjelaskan siapa dia, apa motivasi pelayanannya dan apa kerinduannya kepada jemaat  melalui surat-suratnya.



Galian Perikop

Ayat 1 kita baca: “Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.” (1-2). Ternyata Ketika Paulus meninggalkan Kota Korintus,  Ada banyak yang mempertanyakan pelayanan dari rasul paulus bahkan  Ada beberapa yang meragukan kerasulannya. Tentu ini adalah ulah oknum-oknum tertentu yang tidak menginginkan Injil berkembang. Untuk menjawab hal ini maka Surat adalah media informasi yang paling mutakhir pada abad pertama masehi. 

Tulisan menjadi sarana informasi walau hanya dapat di mengerti oleh kalangan terpelajar. Surat di tulis dalam berbagai media mulai dari kulit kayu yang dikeringkan (papirus) hingga gulungan kertas yang biasanya dimeterai sehingga hanya dapat dibaca oleh yang berhak. Namun sungguh heran, Paulus mengatakan bahwa jemaat-jemaat Korintus adalah surat pujiannya. 

Surat pujian yang disampaikan Paulus ini terkait dengan posisinya sebagai Rasul. Jemaat-jemaat di Korintus adalah buah dari pelayanan Paulus dan rekan seperjalanan-nya. Melalui suratnya Paulus secara tidak langsung hendak menyampaikan kepada orang orang yang meragukan kerasulannya: “Begini saja kalau kalian ragu dengan pelayanan saya maka gampang saja untuk menilai yaitu : lihat saja cara hidup jemaat korintus, apakah  memang hidup mereka tidak betul? Apakah kelakuan mereka sehari hari tidak cocok dengan keyakinan mereka? Apakah jemaat korintus  gaya hidup  mereka melenceng dari fiman Allah ? 

Jika dalam pengamatan langsung ternyata benar demikian maka dapatlah dikatakan kerasulan paulus dipertanyakan. Tapi ternyata dalam kenyataan-nya, Jemaat-jemaat di korintus telah berkembang lebih dari jemaat-jemaat di tempat lain khususnya dalam hal karunia. Kita menemukan di Korintus semua kelengkapan dari karunia Allah yang melekat pada mereka. Jemaat-jemaat ini bahkan begitu menyita perhatian hamper seluruh umat Kristen diseluruh dunia karena karunia yang ada ditengah-tengahmereka. Jadi jelaslah bahwa jemaat-jemaat di Koritus itu adalah Surat Kristus yang berisi pujian bagi pelayanan Rasul Paulus dan rekan-rekannya sehingga dengan demikian setiap suara-suara sumbang yang mencela kerasulannya terbungkam. 

Dengan dua pengertian dari kata “dikenal dan dibaca” hal ini menunjukan bahwa totalitas hidup jemaat di Korintus dilihat oleh semua orang. Bagaimana cara mereka menjalani hidup sehari hari, bagaimana cara mereka berkata-kata, bagaimana cara mereka bersopan santun, Bagaimana cara mereka melakukan sesamanya. Hal itu dilihat, dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang yang berada di kota Korintus. Dengan kata lain, seluruh keberadaan hidup jemaat di Korintus dapat dikenal dan dibaca oleh orang lain. Dengan adanya hal ini, maka jemaat di Korintus sebagai surat Kristus yang membawa nama Pribadi Kristus telah  dapat menjadi berkat dan memberkati kehidupan orang lain. 

Aplikasi dan Relevansi 
Surat ini bukan hanya ditujukan kepada orang orang Korintus tetapi hari ini juga disampaikan kepada kita orang orang percaya, gereja Tuhan yang hidup dimasa kini. Kita sebagai orang percaya adalah surat Kristus. Dimanapun kita pergi  orang banyak akan melihat karakter dan cara hidup kita. Apakah cocok antara kerajinan beribadah, aktifitas pelayanan,  dengan kelakuan hidup sehari hari atau tidak. Dimanapun kita berada/hadir, kemanapun kita pergi, kita adalah surat terbuka, sebab banyak orang akan menilai dan mungkin mempertanyakan iman kekristenan kita. 

Kita harus  memiliki kesadaran bahwa kita selalu membawa nama pribadi Kristus dalam setiap totalitas hidup kita. Kita harus selalu berhati hati, waspada dan berjaga jaga karena cara hidup kita akan dibaca banyak orang seperti surat yang terbuka.Bila kita hidup benar maka kita adalah surat pujian untuk kemuliaan Kristus tapi bila hidup kita tidak benar kita mempermalukan Tuhan. 

Mungkin kita bertanya : Bagaimana rahasia jemaat korintus dipuji dan apa bagaimana rasul paulus tetap dapat mempertahankan imannya di tengah begitu banyak tantangan? Jawabannya adalah karena  Karakter ilahi  melekat pada Paulus sehingga ia menjadi surat pujian Kristus Paulus selalu mengandalkan Tuhan maka  Roh Kudus bekerja secara maksimal dalam pelayanannya. Kita tahu bersama latar belakang rasul paulus, ia adalah tokoh agama, seorang yang pandai, menguasai taurat tetapi ternyata bagi paulus semuanya sia sia diluar Tuhan. 

Ketika ia dijamah oleh Tuhan dan bertobat maka secara luar biasa ia dipakai Tuhan, bukan karena kekuatan, bukan karena kepandaian tetapi karena kasih karunia Tuhan Itu nyata dalam ayat 4-6 . “Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.” 

Ingatlah bahwa dalam Pelayanan seorang hamba Allah yang berhasil selalu terkait dengan sikap yang memberikan kebebasan penuh Roh Allah bekerja dengan seluas-luasnya. Paulus menyadari, bahwa tanpa Roh Allah yang mengubahnya, maka mustahil dapat bekerja demikian spektakuler. Kita tahu bahwa Paulus telah bekerja dan melayani Tuhan lebih dari siapapun sepanjang zaman. Dia adalah contoh pelayan yang ideal. Dalam hal ketulusan, kasih, ketegasan, Paulus terbukti telah menjadi surat terbuka yang dikenal, dan dapat dibaca. Tak ada yang dapat membantah kerasulannya lewat karya Allah yang nyata dalam pelayanannya. 

Akhirnya dalam hidup yang masih Tuhan anugerahkan kepada kita, mulai sekarang MARI kita goreskan “tinta” Roh Allah kita di dalam hati yang nyata, baik melalui perkataan pun perilaku yang kita tunjukkan setiap hari. Niscaya anak-anak kita akan menjadi surat pujian kita yang dapat dibaca oleh setiap orang. AMIN.

sumber:
touminaesayaku

Kisah Para Rasul 4:32-37

  MEMBANGUN KEBERSAMAAN                                   Kisah Para Rasul 4:32-37                                                         ...