Tuesday, February 7, 2012

MATERI KHOTBAH IBADAH SEKTOR 8 FEBRUARI 2012 DANIEL 8:5-8



5 Tetapi sementara aku memperhatikannya, tampak seekor kambing jantan
datang dari sebelah barat, yang melintasi seluruh bumi tanpa menginjak tanah; dan kambing jantan itu mempunyai satu tanduk yang aneh di antara kedua matanya.  6 Ia datang pada domba jantan yang dua tanduknya dan yang kulihat berdiri di depan sungai itu, lalu menyerangnya dengan keganasan yang hebat.  7  Aku melihatnya mendekati domba jantan itu; ia menggeram, lalu ditanduknya domba jantan itu, dipatahkannya kedua tanduknya, dan domba jantan itu tidak berdaya untuk tahan menghadapi dia; dihempaskannya dia ke bumi, diinjak-injaknya, dan tidak ada yang melepaskan domba jantan itu dari kuasanya.   8  Kambing jantan itu sangat membesarkan dirinya, tetapi ketika ia sampai pada puncak kuasanya, patahlah tanduk yang besar itu, lalu pada tempatnya tumbuh empat tanduk yang aneh, sejajar dengan keempat mata angin yang dari langit.

Jemaat Tuhan…
Bacaan kita hari ini merupakan lanjutan dari bacaan pada hari Minggu-Selasa tentang penglihatan yang dialami oleh Nabi Daniel dalam mimpinya (7:1). Sebelum menguraikan lebih jauh, kita perlu mengenal tentang sosk Daniel. Siapakah Daniel ini?

Daniel adalah seorang Israel keturunan raja dan bangsawan. Dia dibawa ke Babel sebagai tawanan dari raja Nebukadnezar pada tahun ke-3 pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda. Daniel beserta Hananya, Misael dan Azarya dilatih khusus untuk melayani raja (Daniel 1:1-6). Mereka dipilih karena mereka adalah orang-orang muda yang pandai, tidak bercela, berperawakan baik, memahami berbagai hikmat, memiliki banyak pengetahuan dan ilmu. Menurut kebiasaan pada zaman itu ia diberikan nama Beltsazar, suatu nama Babel (ayat 7). Daniel dikenal sebagai penafsir dari penglihatan-penglihatan orang lain (pasal 2-5), kemudian penafsir dari penglihatannya sendiri, yang bernubuatkan kemenangan mendatang dari Kerajaan Mesias (pasal 7-12).

Selanajautnya marilah memperhatikan bacaan kita, yakni Daniel 8:5-8. Minimal kita menemukan ada 8 pokok yang merupakan Garis Besar isi dari pasal 8 secara keseluruhan, yakni:

1.       Ayat 1-4 Penglihatan tentang seekor domba jantan di tepi sungai Ulai. Domba jantan itu memiliki dua tanduk tinggi, tetapi yang satu lebih tinggi dari yang lain, dan yang tinggi itu tumbuh terakhir.

2.       Ayat 5-8 Penglihatan tentang seekor kambing jantan yang memiliki satu tanduk aneh di antara kedua matanya. Kambing jantan itu menyerang dan menanduk hingga mematahkan tanduk domba jantan.
3.       Ayat 9-12 Pada kambing jantan itu tumbuh satu tanduk kecil dari keempat tanduk itu dan kemudian semakin membesar ke arah selatan, ke arah timur dan kearah Tanah Permai.

4.       Ayat 13-14 Percakapan dua orang kudus tentang masa kefasikan yang membinasakan.

5.       Ayat 15-26 Suara yang memerintahkan Gabriel untuk menjelaskan kepada Daniel mengenai penglihatan itu.

6.       Ayat 27 Daniel jatuh sakit, kemudian melanjutkan urusan tugasnya dengan perasaan tercengang dan tidak memahami tentang penglihatan tersebut.

Jemaat Tuhan…
Penglihatan tentang Domba jantan dan Kambing jantan ini adalah penglihatan kedua, setelah sebelumnya Daniel mengalami penglihatan pertama tentang 4 ekor binatang mengerikan yang mewakili 4 kerajaan dunia (pasal 7).

Khusus untuk Penglihatan kedua. Bagian ini terdiri atas 2 (dua) bagian besar yaitu:
a.        Penglihatan kambing dan domba (ayat 1-14) yakni termasuk bacaan hari ini, dan
b.       Penafsiran penglihatan itu (ayat 15-27).

Penglihatan domba jantan adalah gambaran tentang kerajaan Media-Persia, sedang penglihatan binatang kambing adalah gambaran kerajaan Yunani yang memiliki tanduk yang menonjol, yaitu raja Aleksander Agung (ayat 21).

Penglihatan Daniel yang kedua ini memberikan gambaran tentang beberapa kejadian kedepan yang akan terjadi dunia, yaitu:
1.       Yunani akan mengalahkan Kerajaan Media Persia (ayat. 7)
2.       Kematian raja Aleksander Agung akan melemahkan kerajaan Yunani (ayat.8)
3.       Kerajaan Yunani akan di bagi menjadi 4 wilayah di bawah masing-masing kekuasaan empat orang raja (ayat.8)
4.       Di tengah kerajaan Yunani akan muncul kekuasaan anti Kristus. Ayat 9-12 mengatakan bahwa di tengah salah satu tanduk akan muncul satu tanduk yang kecil, yaitu raja Antiokhus Epifanes. Di bawah kekuasaannya, ia dengan segala cara menghancurkan iman orang Yahudi.

Di tengah penglihatan itu, ternyata muncul malaikat Gabriel (15-16) dan malaikat itu menerjemahkan arti penglihatan itu. Ayat 23-25 memberikan gambaran tentang Antiokhus Apifanus IV yang mempunyai kekuasaan yang besar. Dia akan dihancurkan tanpa perbuatan manusia, melainkan kekuasaan dari Tuhan.

Jemaat Tuhan…
Jika kita memperhatikan bacaan ini, secara khusus pada dua bagian penting keseluruhan pasal 8, yakni tentang penglihatan Kambing dan Domba pada ayat 1-14 (termasuk bacaan kita malam ini ayat 5-8); dan juga meneliti hasil Penafsiran dan penjelasan Penglihatan oleh Malaikat Gabriel kepada Daniel pada ayat 15-27 maka kita akan menemukan sesuatu yang sangat menakjubkan bahwa penglihatan Daniel ini benar2 terjadi setelah kurang lebih 500 tahun perjalanan waktu.

Jikalau kita mempelajari tentang sejarah Yunani misalnya dan juga sejarah bangsa Persia, maka apa yang dikatakan oleh Alkitab lewat penglihatan Daniel benar2 terjadi dan berlaku. Pada akhirnya kerajaa terkuat yakni Yunani pun hancur lebur dalam perjalanan sejarahnya. Kekaisaran Romawi juga menerima akibatnya. Hal ini mau membuktikan bahwa apa yang dinubuatkan oleh Daniel melalui penglihatannya dalah benar dan bukanlah suatu kebohongan.

Dari Firman Tuhan ini kita dapat menyimpulkan bahwa sehebat apapun kekuasaan yang dibangun oleh manusia, mereka tidak bisa menandingi kekuasaan Tuhan. Memanfaatkan kekuasaan dengan segala keangkuhan dan kesombongan; penistaan kaum lemah dan penghujatan kepada Allah pada akhirnya akan dihancurkan Tuhan.

Jemaat Kekasih Kristus
Kekuasaan dengan segala ideologi, sistim, visi dan motivasinya datang dan pergi silih berganti. Seperti ada ungkapan setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Oleh sebab itu kekuasaan manusia sebenarnya tidak ada yang kekal.

Penglihatan tentang domba jantan dan kambing jantan ini mengingatkan kita bahwa kekuasaan tidak untuk selama-lamanya, apalagi jika kekuasaan itu diwarnai dengan kesombongan, kebencian, kesewenang-wenangan, keserakahan, pementingan diri sendiri, tidak rela membiarkan kekuatan lain mengancam.

Kekuasaan biasanya membuat telinga manusia menjadi tuli dan hati nuraninya tumpul. Menghalalkan segala cara, otoriter, korupsi, manipulasi, intrik, ambisius, angkuh, tidak peduli bahkan mengorbankan dan menindas orang lain telah menjadi nilai-nilai yang lumrah. Manusia telah menjadikan kekuasaan sebagai tujuan akhir, padahal kekuasaan adalah alat untuk meraih kesejahteraan bersama, bukan kesejahteraan diri sendiri.

Kekuasaan adalah berkat Tuhan yang harus disyukuri dan dimanfaatkan dan dikendalikan sebaik-baiknya. Ketika Tuhan menganugerahkan suatu kekuasaan atau kewenangan kepada kita maka jadikanlah itu sebagai suatu yang yang berguna bagi sesama dan pelayanan bagi kemuliaan Tuhan. Sebab sebenarnya Tuhanlah pemilik segala kekuasaan itu. Jika kita memilikinya, itu justru karena anugerah Tuhan.

Karena itu mari memanfaatkan setiap karunia Tuhan itu (kekuasaan, posisi dalam masyarakat, kekayaan ataupun pangkat dan kedudukan) hanya untuk kemuliaan Tuhan dan bukan sebaliknya menjadi suatu kesombongan dan keserakahan seperti penglihatan tentang kambing dan domba tadi. Sebab segala bentuk ketidak patutan dalam memanfaatkan anugerah Tuhan itu termasuk kekuasaan, saatnya nanti akan menerima penghakiman Tuhan.

Kiranya juga, sebagai orang percaya dan gereja Tuhan, kita dapat saling mengingatkan dan mengarahkan satu dengan yang lain, termasuk juga mendoakan pemerintah kita agar mereka tidak SALAH JALAN memanfaatkan kekuasaan yang diberikan TUhan untuk mengayomi negeri ini.  Amin

Monday, January 30, 2012

MATERI KHOTBAH IBADAH PKP 31 JANUARI 2012 MAZMUR 119:25-42


Persekutuan Kaum Perempuan yang dikasihi Tuhan…
Dalam sebuah iklan susu formula, seorang ibu tampak begitu protektif. Ia berusaha selalu mendampingi dan membantu anaknya. Namun, ketika mengantar anaknya berlatih balet, ia harus melepaskan anaknya ke ruang latihan seorang diri. Suara narator lalu menimpali, “Ketika Anda tidak bisa membantunya, nutrisinya bisa.”

Seperti itu juga peran firman Tuhan dalam kehidupan kita. Bila kita memenuhi hati kita dengan firman-Nya, hati akan menjadi semacam gudang amunisi yang siap mensuplai senjata-senjata penangkal saat kita mengalami peperangan rohani. Firman Tuhan akan menjadi sumber pertolongan untuk menghadapi berbagai pencobaan dan ujian kehidupan.

Firman Tuhan mengandung “nutrisi” rohani lengkap. Silakan lihat dan perhatikan Filipi 4:8! Secara tidak langsung, Fiipi 4:8 memberi makna: Bila keraguan dan dusta menyerang kita, “semua yang benar” akan melawannya. Bila keelokan dunia ini memikat kita, “semua yang mulia” akan memudarkannya. Bila kira diperlakukan tidak adil, “semua yang adil” akan menyerahkan penghakiman pada Allah, yakni Sang Pembuat Hukum dan Hakim. Bila percabulan dan kenajisan menggoda kita, “semua yang suci” akan memadamkannya. Bila kepahitan mencengkeram hati kita, “semua yang manis” akan menyembuhkannya. Bila berita celaka membuat kita gentar, “semua yang sedap didengar” akan menyegarkan jiwa kita. Bila gosip dan suara si pendakwa saudara-saudara datang menerpa, kita menutup telinga dan mengarahkannya pada “semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji.”

Pemazmur dalam bacaan kita, yakni mulai ayat 25-32 Mazmur pasal 119 ini, menjelaskan tentang faedah atau manfaat dari mendengar dan memperhatikan Firman Tuhan serta melaksanakannya. Manfaat dari Firman Tuhan dimaksud adalah sbb:

1.      Sumber Hidup
Perhatikan ayat 25! Pemazmur menyebut bahwa jiwanya melekat pada debu. Istilah “jiwa” yang dipakai oleh pemazmur menunjuk pada simbol kehidupan. Sedangkan “debu” yang dimaksud oleh pemazmur adalah simbol kehancuran atau kematian. Dengan kata lain, pemazmur ingin mengatakan bahwa ia sedang diambang kematian. Tentunya kematian dimaksud bukanlah mati raga namun lebih tepat mati karena dosa dan telah jauh dari Allah.

Saat mengalami kondisi seperti ini, pemazmur berseru agar Tuhan “menghidupkan” pemazmur dengan Firman Tuhan. Bagi pemazmur, Firman Allah itu adalah sumber dari segala kehidupan. Menjauhi Firman berarti jauh dari TUHAN yang adalah pemberi hidup. Dekat dengan Tuhan berarti menjadi hidup karena berada dalam sumber kehidupan. Orang hanya dapat disebut dekat dengan Tuhan, jika dia mengenal Firman dan melakukan ketetapan-Nya.

2.      Penunjuk Jalan menunju kebenaran (ayat.26,27,29 dan 29)
Dalam keempat ayat ini, pemazmur memastikan bahwa di saat ia kesulitan mencari arah perjalanan hidupnya; saat ia bingung menempuh perjalanan itu; dan bahkan disaat sulit untuk membedakan arah yang benar atau salah dari hidupnya, pemazmur mengakui bahwa Firman Tuhan jalan kebenaran dan petunjuk yang tepat untuk menjauhkannya dari segala dusta dan jebakan menuju dosa.

3.      Sumber Penghiburan (ay.28)
Pemazmur telah mengalami sendiri betapa Firman Tuhan memiliki banyak fungsi dan faedah yang dapat menolong hidup orang percaya. Saat ia mengalami dukacita; saat air mata tak terbendung karena kepedihan hidup, pemazmur merasakan sediri bahwa Firman Tuhan sangat ampuh untuk menghadirkan penghiburan. Bahkan bukan hanya merasa dihibur saat duka, pemazmur memastikan bahwa Firman Tuhan mampu meneguhkan iman saat gonjangan dan kebimbangan akibat pergumulan dialami orang percaya.    


Ibu-ibu yang dikasihi TUHAN..
Firman Tuhan bagaikan suatu formula ajaib yang berisi “nutrisi” rohani kebutuhan iman dan perjalanan hidup kita. Kita membutuhkan Firman Tuhan, bagaikan tubuh membutuhkan nutrisi agar tetap kuat dan sehat. Artinya, hanya dengan mengkomsumsi Firman Tuhan, maka jiwa dsan rohani kita akan semakin kuat menjalani hari-hari hidup ini. Pendek kata Firman Tuhan menjauhkan kita dari dosa dan kejahatan tetapi Firman Tuhan juga dapat memimpin kita untuk mengalahkan kejahatan itu.

Karena itu mari mulailah sekarang untuk mencintai Firman Tuhan, sebagaimana pemazmur katakan bahwa ia sungguh bergemar pada ketetapan2 Tuhan. Mulailah hal itu dalam keluarga!! Ajak dan pengaruhilah suami dan anak2 pada kerinduan akan Firman TUHAN. Percayalah, setiap orang yang bersedia mencari Firman, Tuhan akan datang dengan Roh Kudusnya untuk memberikan pengertian bagi FirmanNya itu. Selanjutnya, jika Firman itu sudah kita pahami, maka segera kerjakan kebenaran itu! Jangan menunda waktu dan hiduplah dalam kebenaran Firman itu. Niscaya kita akan semakin diperkaya dalam Firman Allah dan juga mendapati diri dan kehidupan saudara berkenan kepada Allah. Selanjutnya siap2lah bahagia, sebab Firman Tuhan adalah sumber kebahagian hidup. Amin










Sunday, January 29, 2012

MATERI KHOTBAH IBADAH PKB 30 JANUARI 2012 MAZMUR 119:9-16

Jemaat Tuhan…
Mungkin di antara kita ada yang pernah mendengar nama Pdt William Tyndale (1494-1536). Ia adalah seorang berkebangsaan Inggiris.  Ia tinggal di Negara yang memiliki sedikit mesin pencetak dan mereka yang memiliki percetakan, memproduksi buku-buku dengan kualitas rendah. Tidak hanya buku-buku dari Martin Luther – yang membela Alkitab sebagai sumber kebenaran yang dapat membuat orang Kristen harus berbalik kepada kebenaran – dilarang di negaranya pada awal abad 16, tetapi adalah illegal untuk seseorang menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris. 

Oleh sebab itu, Tyndale meninggalkan Inggris ke Jerman pada tahun 1542.  Di Colgne tahun berikutnya, Tyndale mulai mencetak hasil terjemahan Perjanjian Baru-nya ke dalam bahasa Inggris dengan ukuran buku sebesar saku celana.  Alkitab terjemahannya ini banyak diminati dan dibaca oleh orang.  Alkitab saku tersebut menjadi sangat terkenal dimana-mana dan begitu banyak orang yang akhirnya dapat memahami maksud Firman Tuhan ketika mereka bisa membacanya sendiri setiap saat. Sebagian Perjanjian Lama pun mulai ia terjemahkan bahkan ketika ia berada di penjara. 

Tahukah saudara, walau jasanya begitu besar namun kematiannya begitu mengenaskan.  Ia mati dengan diikat serta dibakar pada sebuah tonggak kayu.  Semua ini disebabkan Gereja Roma Katolik pada saat itu menganggapnya sebagai bidat (pengajar palsu) yang harus dimusnahkan.  Sejak kematian Tyndale hingga hari ini, sejarah kekristenan telah membuktikan betapa Firman Tuhan telah mengubah hidup anak-anak Tuhan, semakin serupa Kristus! 

Terjemahan Tyndel inilah yang sangat akurat, sebab ia menerjemahkan langsung dari teks asli ke dalam terjemahan bahasa Inggris. Itulah sebabnya hasil terjemahannya sebagian besar digunakan dalam Alkitab bahasa ingris veris King James, yakni versi terjemahan resmi di Inggris setelah  kematiannya. Perjuangan tokoh ini menjadi inspirasi banyak orang sehingga banyak sekali hingga saat ini berbagai terjemahan dicetak dan yang juga kemudian hari berhasil diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti yang saudara miliki saat ini.

Hal besar ini dimulai dengan motivasi dan kerinduan mulia, yakni agar semua orang awam (jemaat) dapat mengenal Firman Tuhan dan melakukannya.

Jemaat Tuhan…
Bacaan kita ini juga berbicara tentang betapa pentingnya Firman Tuhan itu. Pemazmur  dalam ayat 9 menyebutkan bahwa hanya Firman Tuhanlah yang dapat menjaga hidup kita tetap bersih (jauh dari dosa) sehingga kita menjadi pribadi yang berkenan kepada Allah untuk diberkati dan mengalami kebahagiaan (bd. Ayat 1,2).

Jika demikian, bagaimana cara kerja Firman Tuhan itu, sehingga mampu menjaga hidup kita bersih? Perhatikan hal ini!
Dalam sebuah iklan susu formula, seorang ibu tampak begitu protektif. Ia berusaha selalu mendampingi dan membantu anaknya. Namun, ketika mengantar anaknya berlatih balet, ia harus melepaskan anaknya ke ruang latihan seorang diri. Suara narator lalu menimpali, “Ketika Anda tidak bisa membantunya, nutrisinya bisa.”

Seperti itu juga peran firman Tuhan dalam kehidupan kita. Bila kita memenuhi hati kita dengan firman-Nya, hati akan menjadi semacam gudang amunisi yang siap mensuplai senjata-senjata penangkal saat kita mengalami peperangan rohani. Firman Tuhan akan menjadi sumber pertolongan untuk menghadapi berbagai pencobaan dan ujian kehidupan.

Firman Tuhan mengandung “nutrisi” rohani lengkap. Silakan lihat dan perhatikan Filipi 4:8! Secara tidak langsung, Fiipi 4:8 memberi makna: Bila keraguan dan dusta menyerang kita, “semua yang benar” akan melawannya. Bila keelokan dunia ini memikat kita, “semua yang mulia” akan memudarkannya. Bila kira diperlakukan tidak adil, “semua yang adil” akan menyerahkan penghakiman pada Allah, yakni Sang Pembuat Hukum dan Hakim. Bila percabulan dan kenajisan menggoda kita, “semua yang suci” akan memadamkannya. Bila kepahitan mencengkeram hati kita, “semua yang manis” akan menyembuhkannya. Bila berita celaka membuat kita gentar, “semua yang sedap didengar” akan menyegarkan jiwa kita. Bila gosip dan suara si pendakwa saudara-saudara datang menerpa, kita menutup telinga dan mengarahkannya pada “semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji.”

Perhatikanlah betapa pentingnya Firman Tuhan itu menuntun dan menjaga hidup kita agar tidak dikotori dosa. Jika Firman Tuhan itu begitu penting, maka bagaimana caranya supaya kita dapat merasakan dan memperoleh kuasa dan fungsi Firman Tuhan ini? Dalam ayat 10-16 pemazmur menyebut 2 (dua) pribadi yang berperan untuk ”mengfungsikan” peran Firman Tuhan agar manusia dapat menjaga hidupnya bersih, yakni:
1.      Peran Ilahi, yakni TUHAN yang memulai prakarsa lewat menyatakan peranNya di dalam tindakan aktif yang nyata, yakni:
-          Tuhan membuat ketetapan, aturan dan peringatan2 sebagai penuntun bagi umat-Nya (bd. Ay.1,2)
-          Tuhan menjaga hati manusia agar tidak menyimpang dari FirmanNya itu (bd. Ayat 10)
-          Tuhan tidak hanya membuat ketetapan, tapi juga mengajarkan ketetapan itu kepada umat-Nya (ay.12)
-          Bukan saja mengajar, Tuhan juga memberikan petunjuk melaksanakan ketetapan2 itu (ay.14).

2.      Peran Umat, yakni upaya serius manusia dalam ketaatan lewat, untuk menjaga hidupnya sesuai Firman Tuhan, yakni:
-          Harus segenap hati mencari Tuhan (ay.10)
-          Harus mengingat Firman Tuhan dan menaruhnya dalam hati (ay.11) agar tidak hanya terkenang sambil lalu.
-          Bukan hanya mendengar dan mengingat Firman, tapi harus juga mampu mengucapkan Firman itu (ay.13)
-          Sikapi Firman Tuhan dengan gembira walau mungkin pedas untuk didengar sehingga Firman menjadi kegemaran dalam hidup dan dengan mudah dikerjakan (bd. Ay.14-16)

Dengan demikian sangat penting untuk memahami hal ini, yakni:
-          Untuk dapat menjauhkan hidup kita dari segala dosa dan kesalahan maka kita membutuhkan kuasa Firman.
-          Agar kuasa Firman bekerja kita sangat membutuhkan TUHAN untuk menuntun dan mengajar kita agar memilkiki pengertian yang benar tentang Firman Tuhan tersebut.
-          Namun peran Tuhan, tidaklah cukup. Manusia harus melakukan perannya juga yakni lewat dengan segenap hati belajar dan memahami serta melakukan Firman Tuhan.

Jemaat Tuhan..
Mari mulailah sekarang untuk mencintai Firman Tuhan, sebagai pemazmur katakan bahwa ia sungguh bergemar pada ketetapan2 Tuhan. Mulailah dalam keluarga; ajak dan ajarlah istri dan anak2 pada kerinduan akan Firman TUHAN. Percayalah, setiap orang yang bersedia mencari Firman, Tuhan akan datang dengan Roh Kudusnya untuk memberikan pengertian bagi FirmanNya itu.

Selanjutnya, jika Firman itu sudah kita pahami, maka segera kerjakan kebenaran itu! Jangan menunda waktu dan hiduplah dalam kebenaran Firman itu. Niscaya kita akan semakin diperkaya dalam Firman Allah dan juga mendapati diri dan kehidupan saudara berkenan kepada Allah. Selanjutnya siap2lah bahagia, sebab Firman Tuhan adalah sumber kebahagian hidup. Amin

Thursday, January 19, 2012

MATERI KHOTBAH IBADAH KELUARGA 25 JANUARI 2011 YEREMIA 27:12-15


12 Kepada Zedekia, raja Yehuda, aku telah berbicara dengan cara yang sama, kataku: "Taruhlah tengkukmu ke bawah kuk raja negeri Babel, takluklah kepadanya dan kepada rakyatnya, maka kamu akan hidup.  13  Mengapa engkau beserta rakyatmu harus mati oleh pedang, kelaparan dan penyakit sampar seperti yang difirmankan TUHAN tentang bangsa yang tidak mau takluk kepada raja Babel itu?  14  Janganlah dengarkan perkataan nabi-nabi yang berkata kepadamu: Janganlah kamu mau takluk kepada raja Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu.
15  Sebab Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN, tetapi mereka bernubuat palsu demi nama-Ku, sehingga kamu Kuceraiberaikan dan menjadi binasa bersama-sama dengan nabi-nabi yang bernubuat kepadamu itu."

Perhatikan bacaan kita di Yeremia 27 ini! Terdapat kesan yang sangat kuat dalam bacaan kita bahwa Nabi Yeremia sangat tegas memperingatkan raja-raja masa itu termasuk Raja Israel yakni Zedekia tentang sikap mereka terhadap Raja Babilonia (Babel) yang bernama Nebukadnezar.

Pertentangan utama antara Yeremia dan Zedekia ialah masalah pemberontakan terhadap Nebukadnezar. Pemberontakan sudah direncanakan pada tahun ke-4 pemerintahannya dalam persekongkolan dengan negara-negara tetangga, hal yang sangat keras ditentang oleh nabi Yeremia (pasal 27 dab).

Pertentangan ini bukan saja antara Yeremia dengan Zedekia sebagai Raja, namun juga antara Yeremia dan para nabi palsu. Baik Yeremia dan nabi2 palsu ini sama-sama berbicara “atas nama” TUHAN. Tentunya hal ini menjadi bahan perguncingan dan perdebatan tentang manakah yang benar dari antara nubuatan ini. Apabila kita membaca pasal berikut yakni keseluruhan pasal 28, maka terlihat dengan jelas telah terjadi “perang” nubuatan antara Yeremia dengan nabi palsu yang bernama Hanaya. Raja Zedekia dan umat Israel diminta untuk membuat pilihan untuk hal itu. Yang perlu ditegaskan, bahwa Yeremia tidak menetang raja-raja dan nabi2 palsu itu atas kehendaknya sendiri, namun justru berdasarkan perintah TUHAN.

Yeremia dengan tegas mengatakan sesuai dengan Firman TUHAN bahwa Orang Israel termasuk Raja Zedekia harus tunduk kepada Raja Kafir itu, yakni Nebukadnezar. Sebab TUHAN sendiri yang merencanakan bahwa Israel akan takluk kepada Nebukadnezar dan mereka akan di buang olehnya ke Babel dan Israel akan menderita selama 70 tahun (bd. Yeremia 29:10-11).

Kita menemukan beberapa hal penting dari perintah TUHAN bagi Yeremia, khususnya pada pasal 27:12-15. Beberapa pokok dimaksud adalah sbb:

1.       Tuhan dapat menggunakan seorang kafir sekalipun untuk rencanaNya
Raja Nebukadnezar adalah pribadi yang tidak mengakui TUHAN, Allah Israel. Dari kacamatan Israel, Nebukad-Nezar adalah seorang yang kafir. Namun justru dalam bacaan hari ini, kita menemukan bahwa seorang yang tidak percaya-pun dapat digunakan TUHAN, Allah untuk melaksanakan rencanaNya.

Pada ayat 6 kita menemukan pernyataan yang sangat luar biasa “aneh dari TUHAN, yakni menyebut Nebukadnezar yang kafir ini sebagai “hamba-Ku”. Hal ini memberikan kepastian, bahwa Nebukadnezar adalah alat yang sengaja TUHAN pakai untuk melaksanakan rencanaNya yang besar.

Bayangkanlah apa yang dirasakan Zedekia ketika FIRMAN pada ayat 12 itu disampaikan Yeremia kepadanya. Pastilah sulit diterima oleh Zedekia, bagaimana mungkin TUHAN, Allah nenek moyangnya mau mengangkat NEBUKADNEZAR raja Kafir itu untuk menghukum mereka. Kemungkinan besar, pesan ini tidak akan mudah dipercaya oleh Raja Zedekia. Itulah sebabnya pada ayat 14-15 ada kesan bahwa Zedekia lebih Percaya apa yang diucapkan oleh para nabi Palsu.

2.       Jangan hanya mau mendengar yang manis saja!
Mengapa ada kesan dalam ayat 14-15 bacaan kita, bahwa Zedekia lebih percaya pada apa yang dikatakan oleh nabi-nabi palsu dibandingkan apa yang di sampaikan Nabi Yeremia? Sebab nabi2 palsu menyampaikan sesuatu yang lebih menyenangkan telinga, yakni “tidak ada penghukuman”; dan lawanlah Nebukadnezar karena TUHAN pasti akan berpihak kepada Israel. Sedangkan Yeremia justru sebaliknya, yakni Nebukadnezar adalah raja yang disiapkan Allah untuk menghukum Israel.

Dengan demikian, Zedekia lebih memilih untuk mendengar yang “enak” didengar walapun PALSU, dari pada mendegar suatu kebenaran walaupun terasa pahit dan menyakitkan.

Dari uraian Firman Tuhan ini, ada beberapa hal yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, yakni:

1.       Tuhan berhak menggunakan siapapun untuk rencanaNya.
TUHAN berhak memakai siapa saja untuk melaksanakan rencana-Nya yang agung dalam dunia ini, termasuk seorang yang tidak percaya sekalipun seperti Raja Nebukad-Nezar pemimpin kerajaan Babel itu.

Pernyataan ini tidak berarti bahwa TUHAN berpihak kepada orang kafir yang tidak percaya. Itu pemahaman yang keliru. Yang lebih tepat adalah TUHAN memiliki otoritas tertinggi untuk memilih dengan bebas siapapun yang bisa dijadikan alat dan sarana bagi rencaana besarnya dalam sejarah dunia.

Hari ini kita ditegur TUHAN, bahwa seringkali kita ogah-ogahan melakukan tanggung-jawab pelayanan kita untuk TUHAN, lewat keluarga sebagai Istri atau suami; sebagai orang tua atau anak; di dalam gereja sebagai pelayanan atau pengurus dll. Apabila kita yang percaya lalai dan tidak penuh hati melakukan apa yang Tuhan tugaskan, maka berhati-hatilah! Sebab kesempatan menjadi hamba dan kawan sekerja-Nya bisa TUHAN alihkan kepada orang lain termasuk seorang yang tidak percaya sekalipun. Kita harusnya bersyukur bahwa TUHAN mau memakai kita sebagaimana Yeremia bersyukur dan melakukan tugasnya dengan taat. Sebab adalah suatu kebahagiaan yang tak terkira jika kita dapat menyenangkan TUHAN.

2.       Dengarkan kebenaran baik manis maupun pahit di telinga.
Banyak orang terbuai dengan kata-kata indah dan manis didengar dan tanpa disadari hal itu justru menjerumuskannya. Namun, bukankah itu adalah kenyataanya? Bukankah banyak orang senang mendengar khotbah “yang ringan” dan “yang lucu” dari pada Firman yang “keras” dan “tegas” menegur prilaku hidup rohani sebagai suatu persekutuan?

Hari ini kita belajar, bahwa tidak selamanya yang “indah didengar” itu adalah suatu kebaikan dan kebenaran; dan tidak juga selamanya yang “pahit didengar” itu adalah suatu keburukan dan petaka hidup. Kebenaran adalah kebenaran. Siapaun dari kita haruslah siap untuk mendengar dan bersedia untuk menyimak, walau sakit dan pahit sekalipun.
Di sisi lain, kita juga diajar untuk bersedia menjadi Yeremia modern saat ini. Ia berani melawan arus dan kelompok mayoritas demi menjalankan kebenaran yang harus diberitakan. Nubuatan dan pemberitaannya justru sangat berlainan dengan nubuatan umumnya para nabi palsu. Yeremia tidak gentar, tidak takut dikucilkan, tidak kecil hati dan kemudian mundur. Hari ini kita juga mesti membuat pilihan yang tepat, yakni Jangan takut mengatakan kebenaran, walau pahit sekalipun untuk didengar. Jangan mundur mengutarakan kebaikan walaupun tidak nyaman untuk diperdengarkan.

Karena itu, sebagai orang yang telah dipilih TUHAN untuk diselamatkan, mari teladani Yeremia. Berdoalah terus untuk meminta kepada TUHAN, agar Ia berkenan memberikan mulut dan telinga seorang murid  untuk mampu mendengar dan mengatakan kebenaran, walau pahit dan sakit sekalipun untuk dikatakan dan didengar. AMIN.

MATERI KHOTBAH PELKAT PKP 24 JANUARI 2011 YEREMIA 27:1-8


1 Pada permulaan pemerintahan Zedekia, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN kepada Yeremia. 2  Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Buatlah tali pengikat dan gandar, lalu pasanglah itu pada tengkukmu!  3  Kemudian kirimlah pesan kepada raja Edom, kepada raja Moab, kepada raja bani Amon, kepada raja Tirus dan kepada raja Sidon, dengan perantaraan utusan-utusan yang telah datang ke Yerusalem menghadap Zedekia, raja Yehuda.
4  Perintahkanlah mereka mengatakan kepada tuan-tuan mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Beginilah harus kamu katakan kepada tuan-tuanmu:
5  Akulah yang menjadikan bumi, manusia dan hewan yang ada di atas muka bumi dengan kekuatan-Ku yang besar dan dengan lengan-Ku yang terentang, dan Aku memberikannya kepada orang yang benar di mata-Ku.  6 Dan sekarang, Aku menyerahkan segala negeri ini ke dalam tangan hamba-Ku, yakni Nebukadnezar, raja Babel; juga binatang di padang telah Kuserahkan supaya tunduk kepadanya.  7  Segala bangsa akan takluk kepadanya dan kepada anaknya dan kepada cucunya, sampai saatnya juga tiba bagi negerinya sendiri, maka banyak bangsa dan raja-raja yang besar akan menaklukkannya.
8  Tetapi bangsa dan kerajaan yang tidak mau takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel, dan yang tidak mau menyerahkan tengkuknya ke bawah kuk raja Babel, maka bangsa itu akan Kuhukum dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar, demikianlah firman TUHAN, sampai mereka Kuserahkan ke dalam tangannya.



Siapakah Yeremia
Yeremia dilahirkan di Anatot sekitar tahun 650 sM. Ia itu putera Imam Hilkia. Dalam tahun ke-3 pemerintahan raja Yosia (627) ia dipanggil menjadi nabi. Waktu Yeremia dipanggil menjadi nabi, ia masih "muda" (Ibrani נער - NA'AR, Yeremia 1:6) "NA'AR" ini istilah yang artinya ganda - bisa berarti masa anak-anak (Keluaran 2:6) atau masa belia (1 Samuel 30: 17). Hal ini berarti bahwa umurnya belum mencapai umur rata-rata seorang nabi; katakanlah antara 20-30 thn, dengan mempedomani peraturan yg ditetapkan untuk bani Lewi (Bilangan 8:24; 1 Tawarikh 23:24).

Menganggap bahwa saat dipanggil ia baru berumur 20 thn, maka masa kanak-kanaknya tentulah pada masa pemerintahan raja Manasye dan Amon. Sewaktu panggilan itu datang kepada Yeremia, sudah satu abad lewat sejak kerajaan Utara (Samaria) jatuh ke tangan orang Asyur. Tapi kerajaan Yehuda di selatan bertahan hidup.

Perhatikan bacaan kita di Yeremia 27 ini! Terdapat kesan yang sangat kuat dalam bacaan kita bahwa Nabi Yeremia sangat tegas memperingatkan raja-raja masa itu termasuk Raja Israel yakni Zedekia tentang sikap mereka terhadap Raja Babilonia (Babel) yang bernama Nebukadnezar.

Pertentangan utama antara Yeremia dan Zedekia ialah masalah pemberontakan terhadap Nebukadnezar. Pemberontakan sudah direncanakan pada tahun ke-4 pemerintahannya dalam persekongkolan dengan negara-negara tetangga, hal yang sangat keras ditentang oleh nabi Yeremia (pasal 27 dab). Yang perlu ditegaskan bahwa Yeremia tidak menetang raja-raja itu atas kehendaknya sendiri, namun justru berdasarkan perintah TUHAN.

Kita menemukan beberapa hal penting dari perintah TUHAN bagi Yeremia, khususnya pada pasal 27:1-8. Beberapa pokok dimaksud adalah sbb:
1.       Cara Yeremia menyampaikan perintah Tuhan
Menarik untuk diperhatikan pada ayat 2 bacaan kita bahwa sebelum menyampai-kan apa yang diperintahkan TUHAN, Allah kepada para pendengar, Yeremia di suruh TUHAN untuk membuat “kuk” dan menaruhnya pada pundaknya. Kuk adalah semacam beban dari kayu yang dibuat secara khusus untuk mengikat kerbau ketika menarik mata bajak. Biasanya harus dua binantang yang dihubungkan dengan Kayu berat pada masing-masing pundak. Kayu berat inilah yang disebut dengan “kuk”. Yeremia diminta TUHAN untuk mengenakan benda itu sebelum dan saat ia menyampaikan pesan dan Firman TUHAN kepada mereka.

Mengapa memakai ‘Kuk”? Sebab “kuk” adalah simbol beban, dan juga simbol keterikatan dan bukan kebebasan. Pesan FIRMAN TUHAN yang dibawah Yeremia adalah pesan hukuman dan pesan yang mengandung beban bagi Israel. Bahwa mereka akan di bungan ke Babel dibawah kekuasaan raja Nebukadnezar. Dengan menggunakan “kuk” ini, menunjukkan kepada Israel bahwa penghukuman lewat pembuangan itu adalah hal nyata yang tidak akan dapat mereka hindari.

Di sisi lain, kita menemukan figur seorang Nabi yang taat dari sikap Yeremia ini. Sulit dipercaya bahwa Yeremia tetap taat melakukan apa maunya TUHAN, termasuk memikul “KUK” itu sekalipun. Bagi Yeremia, hal utama adalah melaksanakan tanpa alasan semua perintah TUHAN.

Sebagai pewarta, Yeremia juga sekaligus berhasil untuk memberikan Pemberitaan bukan hanya melalui pendengaran, namun juga indera penglihatan umat. Dengan menggunakan “kuk” ini, secara langsung umat bisa melihat ati hukuman  dan berita Firman yang disampaikan. Hal ini berarti, Yeremia atas bimbingan TUHAN, berhasil menggunakan metode pewartaan yang tepat.

2.       Tuhan dapat menggunakan seorang kafir sekalipun untu rencanaNya
Raja Nebukadnezar adalah pribadi yang tidak mengakui TUHAN, Allah Israel. Dari kacamatan Israel, Nebukad-Nezar adalah seorang yang kafir. Namun justru dalam bacaan hari ini, kita menemukan bahwa seorang yang tidak percaya-pun dapat digunakan TUHAN, Allah untuk melaksanakan rencanaNya.

Pada ayat 6 kita menemukan pernyataan yang sangat luar biasa “aneh dari TUHAN, yakni menyebut Nebukadnezar yang kafir ini sebagai “hamba-Ku”. Hal ini memberikan kepastian, bahwa Nebukadnezar aadalah alat yang sengaja TUHAN pakai untuk melaksanakan rencanaNya yang besar.

Dari uraian Firman Tuhan ini, ada beberapa hal yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, termasuk Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) sebagai bagian dari 6 Pelkat GPIB di gereja Tuhan ini, yakni:
1.       Taatlah kepada TUHAN dengan tanpa alasan
Yeremia sangat taat kepada TUHAN,. Mengenakan “KUK” yang terkesan sepereti orang “sakit jiwa” sekalipun, dilakukan Yeremia karena TUHAN perintahkan. Kitapun harusnya demikian. Ketaatan tanpa mencari alasan adalah suatu keadaan mutlak yang harus dilakukan. Tidak peduli apakah itu nyaman atau tidak saat dikerjakan, harusnya tetap kita lakukan.

2.       Dalam bersaksi, gunakan metode pelayanan yang tepat
Perhatikan cara Yeremia menyampaikan FIRMAN TUHAN itu. Membawa “kuk” yang terikat pada leher dan pundaknya, pastilah menarik perhatian orang untuk mendengar. Itu bukan ide Yeremia, namun itu berasal dari TUHAN.

Sering kali kita gagal bersaksi tetang iman kita dan ajaran TUHAN, bukan karena orang tidak mau mendengar, namun lebih banyak pada gagalnya kita menggunakan metode tepat dalam bersaksi. Seringkali kesaksian kita hanya terdengar lewat mulut, namun TIDAK TERLIHAT dalam perbuatan. Atau kita gagal untuk secara segar dan menarik menyampaikan berita keselamatan itu kepada mereka. Mengapa? Ini adalah juga menyangkut metode dan cara penyamapaian pengajaran atau kesaksian kepada orang lain.

Untuk menemukan cara tepat menyampaikan berita dan kabar keselamatan tetang Kristus, kita butuh banyak belajar. Namun yang lebih utama adalah meminta campur tangan TUHAN, seperti yang IA lakukan kepada Yeremia.

3.       Sebelum TUHAN memilih orang lain, jangan menolak panggilannya.
TUHAN berhak memakai siapa saja untuk melaksanakan rencana-Nya yang agung dalam dunia ini, termasuk seorang yang tidak percaya sekalipun seperti Nebukad-Nezar.
Hari ini kita ditegur TUHAN, bahwa seringkali kita ogah-ogahan melakukan tanggung-jawab pelayanan kita untuk TUHAN, lewat keluarga sebagai Istri atau suami; sebagai orang tua atau anak; di dalam gereja sebagai pelayanan atau pengurus dll. Apabila kita yang percaya lalai dan tidak penuh hati melakukan apa yang Tuhan tugaskan, maka berhati-hatilah! Sebab kesempatan menjadi hamba dan kawan sekerja-Nya bisa TUHAN alihkan kepada orang lain termasuk seorang yang tidak percaya sekalipun. Kiranya itu tidak terjadi pada kita di sini. Amin.

GALATIA 2:15-21

GALATIA 2:15-21 BAHAN KHOTBAH IBADAH HARI MINGGU 27 APRIL 2025   PENDAHULUAN Jika kita membaca surat Paulus kepada jumat Galatia i...